Hallo again viewers yang kadang baca dan berkunjung ke blog.. Ibarat berkunjung ke rumah, mungkin rumah gw udah dihuni sarang laba-laba saking lamanya nggak pernah disentuh hehe.. Ya you know me so well lah, memang gw mengupdate blog dalam periode yang agak kacau dan berjauhan. Hari ini kebetulan lagi nggak ada kerjaan, jadi bisa mengupdate blog ini dengan kisah terbaru yanggg sebenernya udah ingin di update sejak lama.. Ada banyakkk kisah yang pengen banget dituangkan. Tapi mari memulainya satu persatu supaya nggak bingung yaa..
Soo.. Per 1 Oktober 2014 yang lalu gw udah resign dari stasiun TV ANTV yang menjadi tempat bernaung untuk waktu yang cukup lama yaitu sekitar 3,5 tahun nyaris 4 tahun. Di tempat ini pun lah gw memulai pekerjaan pertama gw selepas dari kuliah. Keputusan yang bisa dibilang tidak mudah tapi harus diakui cukup melegakan. Maybe banyak sekali plus dan minusnya dan pertimbangan yang tidak sepenuhnya benar atau salah di balik berhentinya gw dari stasiun TV ini. Namun yang jelas hingga hari ini I feel relieved and happy 😊
Mari kita bercerita sedikit mengenai masalah berhenti kerja ini. Well as some of you may know, keinginan untuk berhenti bekerja ini sebenernya sudah berkecamuk di dalam dada cukup lama. Yaa gw rasa bukan hanya gw yang merasakan. Bukan. Bukan berhenti kerja sebagai reporter/presenternya atau berhenti dari ANTV sebagai institusinya. Tapi berhenti bekerja sebagai karyawan. Di bidang apapun kita bekerja bahkannn kita sudah mengerjakan apa yang menjadi passion kita, semua org biasanya akan mengalami masa kejenuhan, kebosenan dan konflik internal dan eksternal yang membuat orang ingin keluar dari pekerjaannya.
Mari kita bahas dari hal yang paling mendasar. Gw suka sekali dunia komunikasi. Gw ga suka ilmu eksak, gw ga suka ilmu berhitung. Gw suka sekali ilmu sosial, tampil di depan umum, dan bertemu dengan banyak orang baru, dan bisa mengetahui banyak issue baru dan bekerja di bidang yang "penting". It's all about news, sesuatu yang baru. Semua org kebanyakan punya rasa ingin tahu yang besar soal berita. Kalo bukan hard news layaknya politik, pasti ada yang suka berita feature yang ringan. Melalui pekerjaan gw, gw bisa jadi org yang pertama tau dan mendalaminya serta bisa dengan "congkak" membagikannya ke org2 saat bersosialisasi. You feel like you're on the top of the world ketika lo berada di satu meja makan malam bersama org2 dan bs menyampaikan banyak fakta dan gosip yang menarik untuk didengar org kan? Hehhe..
Well itu adalah kelebihan yang gw dapet dari bekerja sebagai reporter dan presenter. Mana selain itu jauh banyak kita dapet popularitas, kita dapet kebanggaan bs tampil di event penting, wawancara org penting, dan bangga aja kan kalo ada yg blg "gw ntn elu di tv waktu itu.." Ga bisa bohong. It's a great feeling to feel. Tapiiiii... Untuk dapetin itu semua ada segudang pengorbanan yang harus diambil loh..
Banyak yang mungkin masih belum paham. Bekerja sebagai news presenter bukannya kaya pembawa acara gosip dimana kita hanya dateng, make up, baca prompter/ diapalin, lalu pulang dan duduk cantik. Itu namanya pekerjaan sebagai talent. Kerja di news department berarti menjadi wartawan. Kerjanya ya sebagai karyawan. Kita dateng sesuai shift (bisa pagi siang atau malam), melalukan peliputan di lapangan, membuat naskah, dan pulang ke kantor. Setelah itu jika hari itu adalah jadwal kita siaran, maka kita ikut rapat rundown, make up baru siaran kemudian pulang. Waktu bekerjanya berarti sekitar 10-12 jam per hari. Dann.. Tidak ada uang lembur bagi pekerja media. Karna kerjaannya adalah sebagai wartawan dengan bonus siaran di tv.
Gw akan cerita lebih banyak soal kerja sebagai wartawan dan presenter berita di post yang lain yah. Karna ada segudang cerita juga soal itu hehehe... Back to topic ya.. Kelihatannya berat ya pekerjaannya. Atau mungkin ada juga sih yg bilang, "cemen lo segitu mah enteng kaleee" yes it is. Emang reaksi org akan berbeda2 soal beban pekerjaan ini. Tapi ini adalah sedikit dari apa yg menjadi pertimbangan berhenti kerja. Waktu kerjanya lumayan panjang. Bahkan 3 bulan pertama libur nya cuma seminggu sekali. Lalala...
Well sebenernya gw uda cukup menikmati pekerjaan ini dan menjalani sejumlah penyesuaian di sana sini. Tapi entah kenapa selalu ada aja ganjelan di hati yang bikin gw merasa nggak tenang dan ingin lari. Hidup serasa nggak tenang, setiap ada event demo, ada bencana alam, ada huru hara apa, bukannya gw semangat pengen ngejer berita tapi yang ada gw panik mikirin perjuangan yang harus gw laluin.
Well yeah, I finally get the answer. Passion gw bukan jadi wartawan. Apalagi yang militan yang harus nunggu berjam-jam, yang harus rela ke daerah perang untuk dapet gambar. Terlebih lagi waktu gw untuk keluarga juga kerap tersita. Satu hal lagi. Jadi wartawan means no tanggal merah. Libur ya dua hari dalem seminggu dan belum tentu weekend. Kalo mau libur pas natal ya cuti, lebaran mau pergi jalan-jalan ya cuti. Dan itu jg ga bs sembarang cuti since semua org mau cuti jadi harus gantian, ngantri dan kadang hari penting justru banyak kejadian jadi ga bs cuti.
Kemudian gw memikirkan apa yang gw mau raih dalam waktu 5-10 tahun ke depan. Apa gw mau jd news anchor terkenal seperti Desi Anwar? Najwa Shihab? Pemred beken seperti Rosiana Silalahi? Punya talk show sendiri seperti Oprah Winfrey? Well, it's tempting dan nggak mustahil untuk diraih. Tapi ada sejuta pengorbanan yang harus ditempuh. Apa yang dikorbankan? Waktu bersama keluarga, keceriaan masa muda, waktu untuk melayani dan menghabiskan waktu bersama orang tua yang semakin menua. Kesempatan untuk mengabdi pada keluarga kecil masa depan, suami dan anak-anak di masa mendatang.
Sebenernya bisa aja tetep kerja dan stay di kantor. Seadanya aja. Jadi presenter yang siaran sambil jadi asprod atau produser di waktu mendatang. Cukup santai untuk dilakukan para ibu yang kerja di bagian news tv non tv berita. Dan tadinya rencana itulah yang gw inginkan. Since jadwal siaran sebenernya enak di siang hari. Libur pun Sabtu Minggu. Cuma deritanya masih disuruh live ke lapangan aja terus.
Namun nasib dan takdir berkata lain. Karna memang bukan TV berita, porsi penayangan program news pun dikurangi. Kini tinggal ada pilihan siaran di jam 1 pagi atau 4 subuh. Waktu yang betul2 tidak ideal untuk bekerja. Terlebih lagi liputan juga tidak dikurangi. Di waktu tersebut harus tetap liputan sepenuh hati namun kemungkinan kecil disaksikan org di jam tersebut. Dan kemungkinan naik jabatan sebagai asprod atau produser juga semakin kecil karna banyak program news yg dipangkas.
Tak hanya itu ada satu hal lain yg bikin hati ga tenang. Selama kita jadi karyawan akan selalu ada office politic. Dimana kedekatan dan faktor like/dislike menjadi penentu. Di semua kantor pasti akan ada yang kaya begini. Gw sebenarnya salah satu yg seringgg mendapatkan kebaikan. Sering mendapat keistimewaan. Tapi ga jarang banyak jg hal yang kadang bikin kecewa. Gw ga bilang gw selalu kesel, tapi gw ga tahan dengan adanya hal seperti itu.
Di tengah suasana tersebut, gw mendapat kesempatan tak terduga membawakan acara talkshow kesehatan. Gw merasa ini adalah jalan yang telah Tuhan berikan. Di waktu yang tepat dan betul-betul pas. Awalnya sempet gundah apa betul mau serius kerja sebagai talent freelance. Kali ini kerjanya sesuai kontrak episode. So no more gaji bulanan, ga ada tunjangan, ga ada anter jemput, ga ada free nge gym, ga ada bonus, ga ada asuransi kesehatan. Yes sebanyak itulah yang hilang. Ditambah ga lagi kerja di tv nasional dimana pemirsanya banyak.
Tapi apa yang menjadi pertimbangan kemudian? Gw kerja seminggu sekali aja. Bayarannya masih ga sebesar take home pay di kantor lama tapi sudah 3/4 nya. Ditambah lagi ada kemungkinan bisa ditambah per minggu nya sehingga bs jadi justru lebih besar. Gw bisa terima pekerjaan di tv lain yg mungkin aja skalanya bs lebih nasional atau lokal dgn bayaran lebih besar atau apa pun jg. Gw bs terima kerjaan MC off air karna jadwal tak terikat. Gw bs punya banyak waktu untuk mengembangkan hobby lain, catch up sama temen, olahraga, masak, nemenin mami papi, dan waktunya jg flexible. Gw bs ngembangin bisnis yg sedang gw rintis perlahan. Dan gw bs libur di tanggal merah, gw kerja di jam yg enak pk.11 siang. Gw merasa lebih sehat dan ga perlu tegang nungguin plottingan liputan esok hari yang kadang nyeleneh.
Kini gw udah menjalani pekerjaan sekitar satu bulan. So far I feel really blessed. Program berjalan lancar, apalagi soal kesehatan jadi bs belajar banyak dan kenalan dengan banyak dokter. Format nya jg talkshow jd berkembang dari yg biasanya cuma bacain berita. Dua minggu lalu jg cc dan keluarga dateng sehingga bs spending time sama mereka. Tempat kerja yg baru juga yayasan cinta kasih gt jd bukan cari profit tp menyebar kebaikan. I feel really blessed kerjain kerjaan ini. Bisa bantu org lain sekaligus kerja sosial. Dan Tuhan bener2 ga tutup mata. Selama ngerjain kerjaan baru walau cuma seminggu sekali eh ada aja tambahan lain. Totalnya malah bisa terima lebih besar dibanding kerjaan lama. Waktu lebih flexible tapi bisa lebih berkarya.
Sempet ada sedih kalo ditanyain pemirsa kok ga siaran lagi. Walopun bilang masih ada di tv baru tapi karna bukan tv komersil mereka susah carinya. Trus siarannya jg seminggu sekali jd ga bs sering nongol di layar. But hey, Popularitas bukan hal yg gw tuju. Itu adalah bonus yang gw dapet dari kerjaan 4 tahun sebelumnya. I feel really happy with that, gw ga bisa bohong. Tapi gw bisa bilang saat ini adalah momen paling membahagiakan yg gw rasakan. Gw bersyukur karna bs memilih apa yang gw mau dan gw percaya Tuhan ga akan biarkan kita kelaparan. Selama yakin, tetap kerja keras, Tuhan akan kasih rejeki selalu. Selalu bersyukur selalu memberi selalu berbuat baik. Tuhan berkati. :)
Saturday, October 25, 2014
Wednesday, August 7, 2013
3 days at Laos
Sooo.. here we go again! Updating my blog! Kayanya sifat ini bener2 merata pada semua lini kehidupan gue yaitu moody. Sama seperti makan, gue seringgg banget addict sama satu jenis makanan en pengen makan itu sampe berhari-hari. Dikit2 makan itu dikit2 makan itu, sampe akhirnya gue eneg dan ga mau makan dalam waktu yang lamaaa karna bosen. Akhirnya setelah lama kangen baru makan lagi. Sama halnya dengan menulis blog. Kalo lagi pengen rajin banget, sehari nulis satu. Kalo lagi lupa udah ga nulis sampe berbulan2 haha... Anyway if you know me better you'll know when was the perfect time for me to write a blog. Kalo lagi galau, bingung mau curhat sama siapa. Akhirnya untuk mengalihkan perhatian gue nge blog. Haha..
Soo.. kita lanjutin cerita yang kemaren ya.. Kemaren kita cerita soal trip ke London dalam kunjungan kerja presiden Esbiway. Kejadiannya November 2012. Yang ingin baca London Trip bisa liat di post sebelumnya. Just one click away :)
So dari London kita take off sekitar jam 9-10 pagi. Di sana udah super parno gitu katanya bandara Heathrow keras banget jadi mending segala barang2 liquid cepet2 diserahin. Ada satu ibu wartawati Indonesia yang tinggal di Inggris karna nikah sama orang sana dia jadi kontributor wilayah Eropa. Semua barng liquid kita jadi milik dia. Mulai dari odol, sabun cuci muka, sampe minyak wangi. Lumayan deh satu kantong gede. Ehhh... tau ga sampe2 di bandara langsung naek pesawat ga pake dicek di metal detector segala. Rugi bener dah udah ngasi segala barang huhuhu..
Di perjalanan ke London-Dubai, gue nonton Inception. Tapi karna kepotong tidur gue ga selesai nonton filmnya. Nah, beda sama ketika Jakarta-London waktunya London lebih lama dari kita jadi walaupun udah terbang 16 jam kita sampe masih hari yang sama. Nah pas dari London-Dubai-Laos waktunya lebih cepet. Jadi kita pergi pagi, sampe Dubai udah malem. Padahal baru sekitar 9 jam perjalanan. Aneh banget jadinya, kita sarapan, makan siang, baru 2 jam dikasih lagi makan malem. Sensasi yang aneh. Di Dubai, semua orang belanja coklat, gue kekeuh kirim gambar konpers presiden ke kantor dengan internet yang leletos :( akhirnya sampe juga tapi gue ga bisa belanja oleh2 hiks.. Dari Dubai ke Laos, waktunya lebih cepet lagi. Kita pergi malem sampe Laos udah jam 10 pagi. Jadi kita tidur di pesawat malem itu. Bangunnya gimana perasaannya? Yaaa.. cukup ngantuk deh.. Mana sampe2 kita ga bisa istirahat lama, sorenya setelah sampe itu kita langsung kerja. Liputan penyambutan presiden di Istana Negara Laos. I have some pics here
Setelah itu malemnya kita balik lagi ke hotel untuk kirim gambar. Dan Masyaolohh... lama banget internetnya... Beda sama di London yang kirim gambar bisa cuma 10 menit, di Laos gue harus kirim gambar selama 4 jam! Lalala yeyeye.. Itu pun bukan dengan streaming tapi pake email. Bayangin, yang kita kirim itu video yang bisa ribuan MB, so ga aneh kan kenapa butuh waktu yang sangaaattt lama untuk mengattach videonya dengan koneksi internet yang super lelet?? Gue pun menghabiskan waktu dengan ngobrol2 sama si Adit sampe malem. Beberapa kamerawan lain malah give up dengan ga kirim gambar saking ga kekirim2 gambarnya luar biasa deh!
Besok paginya kita pun bersiap untuk pulang. Sebelom pulang ke Jakarta sekitar jam 1 siang, kita sempetin poto2 lagi, Kali ini gue poto bersama Tuk2 dan bendera komunis di sana hahaha.. Gue juga sempet foto bersama dengan para redaktur senior di sana. Seru banget dan betul2 pengalaman berharga bisa kenal sama mereka.
Soo.. kita lanjutin cerita yang kemaren ya.. Kemaren kita cerita soal trip ke London dalam kunjungan kerja presiden Esbiway. Kejadiannya November 2012. Yang ingin baca London Trip bisa liat di post sebelumnya. Just one click away :)
So dari London kita take off sekitar jam 9-10 pagi. Di sana udah super parno gitu katanya bandara Heathrow keras banget jadi mending segala barang2 liquid cepet2 diserahin. Ada satu ibu wartawati Indonesia yang tinggal di Inggris karna nikah sama orang sana dia jadi kontributor wilayah Eropa. Semua barng liquid kita jadi milik dia. Mulai dari odol, sabun cuci muka, sampe minyak wangi. Lumayan deh satu kantong gede. Ehhh... tau ga sampe2 di bandara langsung naek pesawat ga pake dicek di metal detector segala. Rugi bener dah udah ngasi segala barang huhuhu..
Di perjalanan ke London-Dubai, gue nonton Inception. Tapi karna kepotong tidur gue ga selesai nonton filmnya. Nah, beda sama ketika Jakarta-London waktunya London lebih lama dari kita jadi walaupun udah terbang 16 jam kita sampe masih hari yang sama. Nah pas dari London-Dubai-Laos waktunya lebih cepet. Jadi kita pergi pagi, sampe Dubai udah malem. Padahal baru sekitar 9 jam perjalanan. Aneh banget jadinya, kita sarapan, makan siang, baru 2 jam dikasih lagi makan malem. Sensasi yang aneh. Di Dubai, semua orang belanja coklat, gue kekeuh kirim gambar konpers presiden ke kantor dengan internet yang leletos :( akhirnya sampe juga tapi gue ga bisa belanja oleh2 hiks.. Dari Dubai ke Laos, waktunya lebih cepet lagi. Kita pergi malem sampe Laos udah jam 10 pagi. Jadi kita tidur di pesawat malem itu. Bangunnya gimana perasaannya? Yaaa.. cukup ngantuk deh.. Mana sampe2 kita ga bisa istirahat lama, sorenya setelah sampe itu kita langsung kerja. Liputan penyambutan presiden di Istana Negara Laos. I have some pics here
Tampak depan Istana Kepresidenan Laos
Tentara Laos kecil2, lebih pendek dari orang Indonesia
Sore hari di Istana Negara Laos
Tampang udah lelah jetlag kucel hehe.. biasa di London dingin di Laos panasss
Oh ya, sebelom kita liputan ke istana itu, kita sempet diajak makan ke resto di Laos. Di sana gue duduk bersama orang2 Stafsus presiden. Aditya Maulana, Mas Lerenov, dan kameramen lainnya. Para pemred sih duduk di meja depan. Kita yang junior2 di meja belakang, makannya bisa lebih ga jaim haha.. Lagian yang pemred en redaktur senior obrolannya lebih berat kayanya hehe.. Oh ya, setiap tugas keluar negri, memang merupakan kesempatan baik buat kita pergi. Karna kadang kantor menugaskan pemred dan redaktur seniornya untuk pergi. Ya iyalah, mereka senior pasti pengen juga kan jalan ke negara yang cukup jauh hehe.. Lagian kadang permintaan presiden juga. Biar bisa ngobrol langsung sama para pemred. Makanan di Laos mirip sama makanan Thailandl. Too bad gue lupa poto2 hikss.. Tapi ya mirip2 de sayur di cah, sama dimasak asem manis. Mrip chinesse food juga gitu de. Tapi kalo soal tata kota, Laos bisa dibilang lebih kurang teratur dibanding Bangkok atau Jakarta. Laos tuh kaya di Garut ato Sukabumi gitu deh. Masih kurang kota hehehe...
Lanjut ya.. Tadi setelah makan dan liputan ke istana, kita pun balik ke hotel. Malem itu gue pengen manfaatin buat jalan2 di kota Laos. Gue pun ngajak Adit dan Esthi buat jalan2 serta Mba Titin pemred Trans 7 dan Mba Santi senior redaktur radio Elshinta. Kita nuker duit dollar kita jadi duti Laos di hotel. Namanya apa aja gue udah lupa. Gue rencana beli sabun muka yang gue tinggalin di London, dan ngemil2 di malam hari. Di perjalanan ga taunya kita ketemu sama Pak Osdar redaktur senior Kompas. Kalo pernah baca Sisi Lain di koran Kompas dialah orangnya. Lucuuu banget orang ini hahaa.. Ibaratnya tuh kaya Cu pe tong bocah tua nakal jail2 gendut lucu gitu orangnya hehe.. kita pun mampir ke satu Cafe dan makan di sana. Gue nyobain Phad Thai makanan Thailand punya Adit serta mesen beer Laos. Gue pun memesan sushi Laos. Yang ternyata... berupa dadar telor gulung isi daun2an :( kecewa saya hahaa... Tapi beer nya enak!
Stall Bubble Tea di jalan, ga sempet coba :(
BeerLao, beer nya Laos. Ada Pak Osdar jadi background hehe
Sushi ala Laos
Jadi kita ketawa2 di sana sampe agak malem. Denger crita2nya pak Osdar yang lucu, terus kita balik. Para senior masih lanjut mau ke Bar Live Music. Kita yang muda2 memilih pulang dan bobo. Jetlag bo, udah gitu besok nya juga masih harus kerja, Secara kalo mereka kan bisa bobo bobo aja yaa. Ga musti kerja keras kaya kita hehe... Jadilah kita pulang dan bobo.
Besok paginya, agendanya adalah ASEM Summit yang berarti kita cuma nongkrong aja di convention centre while para pemimpin negara ngumpul di KTT itu. Gue sempet dateng ke convention centrenya, on cam di depan banner nya kemudian memilih untuk ikut Bu Ani yang ada spouse program di vihara2 di Laos. Mendingan gitu kan, gue jadi bisa liputan features ehehee.. Soalnya di KTT ga bisa ngapa2in. Jadilah gue bersama para wartawati ikut programnya ibu. Di sana gue kembali liputan dengan ngambil2 gambar vihara dan oncam seadanya dengan adit sebagai kameramen dadakan gue. di sini gue lumayan kerja keras karna sempet liputan ibu ani liat2 vihara. Ala2 blusukan Jokowi gitu deh jalan2 terus. Gue juga sempet doorstop bu Ani bersama dengan para wartawati lainnya. Wawancaranya sambil jalan mundur, yuk yak yuk banget deh gue VJ perkasa hari itu hehe.. Well here's the pic
Oh ya sebelom kita ke convention Centre, kita sempet beli oleh2 dan poto2 di salah satu monumennya Laos. Namanya Patuxai. Jadi dia kaya Monasnya gitu ada di tengah kota. Nah arsitekturnya itu sama kaya yang ada di Paris Arc de Triomphe alias gerbang kemenangan. Kenapa bisa begitu? Karena Laos memang bekas jajahan Prancis jadinya ini salah satu peninggalannya. Oh ya anyway daritadi gue di kota Vientiane ibuktanya Laos hehe...
Setelah itu malemnya kita balik lagi ke hotel untuk kirim gambar. Dan Masyaolohh... lama banget internetnya... Beda sama di London yang kirim gambar bisa cuma 10 menit, di Laos gue harus kirim gambar selama 4 jam! Lalala yeyeye.. Itu pun bukan dengan streaming tapi pake email. Bayangin, yang kita kirim itu video yang bisa ribuan MB, so ga aneh kan kenapa butuh waktu yang sangaaattt lama untuk mengattach videonya dengan koneksi internet yang super lelet?? Gue pun menghabiskan waktu dengan ngobrol2 sama si Adit sampe malem. Beberapa kamerawan lain malah give up dengan ga kirim gambar saking ga kekirim2 gambarnya luar biasa deh!
Besok paginya kita pun bersiap untuk pulang. Sebelom pulang ke Jakarta sekitar jam 1 siang, kita sempetin poto2 lagi, Kali ini gue poto bersama Tuk2 dan bendera komunis di sana hahaha.. Gue juga sempet foto bersama dengan para redaktur senior di sana. Seru banget dan betul2 pengalaman berharga bisa kenal sama mereka.
Pak Osdar
Pak Osdar with the girls Mba opi Majalah Kartini, Esthi, Mba Ipah Biro pers dan Mba Santi Elshinta
Tuk-tuk di depan hotel yang sebrang sungai Mekong, sebrang udah Thailand hehe
Katanya gue cocok jadi komunis muka Cina soalnya hehe
Foto bersama bendera peserta ASEM Summit
Tentara Laos mengawal pesawat Garuda Indonesia
Setelah poto2 kita pun menuju bandara dan disambut oleh pesawat Garuda Indonesia yang setia menemani perjalanan kita selama seminggu yang sangat berkesan. Sekitar jam 4 sore kita kembali mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma. Sebagai oleh2 cerita ini, sekitar seminggu setelah kita pulang pak Osdar ternyata mengutip nama gue dalam sebuah kisah di Sisi lain Kompas. Ketika itu pak Osdar lagi cerita kita di Laos pas lagi di bar malam itu ngebeer sambil ketawa2. Kala itu gue bilang, "Lebih bagus Jakarta ya daripada Laos, tapi saya lebih pengen balik ke London." Haha.. ga sangka kalimat itu dikutip untuk dimasukkan ke koran nasional terbesar di Indonesia. Ketauan deh kalo gue London minded haha.. Tapi tetep kok, sebagaimana pun gue cinta London di Indonesia ada banyak orang yang gue cintai. Jadi biar bagaimana I still love this country! Thx for reading, see you in other post!
Tuesday, August 6, 2013
London Trip
Setelah hampir satu tahun lewat, tiba-tiba ada keinginan membuncah untuk mengabadikan momen perjalanan ke London bersama Presiden ini ke dalam blog. Mumpung masih ada dalam ingatan, mumpung masih belom kelupaan semua detailnya, mumpung ada waktu. Siapa tau, masih ingin bernostalgia :)
Well... saat ini adalah tahun ketiga gue menjadi reporter dan news presenter di ANTV. Dan sejak tahun 2011 akhir sekitar bulan Oktober gue mendapatkan ID RI1 atau jadi wartawan kepresidenan yang meliput kegiatan presiden. Kebetulan, presidennya sampai sekarang ya masih Esbiway alias SBY. Cerita gue masuk jadi wartawan istana sebenernya bukan melalui jalur yang agak biasa. Jadi wartawan istana itu sebenernya didaftar dari tahun sebelumnya untuk dibuatkan ID khusus untuk masa kerja selama satu tahun. Prosesnya biasanya dimulai sejak bulan November tahun sebelumnya untuk didata dari kantor dan kemudian diproses untuk masa kerja tahun depannya. Masa itu, di ANTV ada beberapa senior yang resign dan pindah kerja, yaitu Clara Tampubolon, Rudy Fitriandanu dan Dwi Anggia. So jadilah wartawan istana yang mestinya ada 4 reporter dan 3 kameramen tinggal 1 reporter dan 3 kameramen. Dengan pertimbangan manager dan bos2 serta pemred, dipilihlah gue untuk menggantikan kakak2 yang pindah ini untuk ngisi kekosongan sampai akhir tahun. Agak ribet juga sih, karna gue cabutan yang masuk di akhir taun, setiap hari gue mesti tuker ID harian ke biro pers. Awalnya pun agak terkucil, karna biasanya wartawan istana ngepos, punya milis grup sendiri dan udah akrab. Akhrinya hari2 awal cuma mojok aja sama kameramen. Untungnya sih pada baik2 jadinya bisa langsung akrab. Well, suka duka menjadi wartawan istana bakal gue ceritain di bagian lain ya. Kita fokus dulu sama London Trip hehe...
Akhirnya setelah melewati tahun 2011, gue pun didaftarin lagi untuk masuk jadi anak istana di tahun 2012. Salah satu privilege menjadi wartawan istana adalah ikutan tugas keluar negri bersama presiden. Dulu waktu jaman presiden Soeharto semua TV ikut dan jatahnya dua seat kameramen dan reporter. Tapi karna penghematan biaya, sekarang TV yang diajak pun terbatas. Biasanya yang satu grup cuma diajak satu. Misalnya kalo ANTV ikut ya TV one nggak, kalo MNC grup dipilih satu aja, Trans corp juga. Nah karna kebutuhan gambar sangat dibutuhkan, biasanya yang pergi keluar negri adalah para kameramen atau reporter yang bisa VJ alias bisa mengoperasikan kamera. Gue sebagai reporter cw biasanya agak jarang bisa nge VJ. Selain itu, pergi juga berdasarkan senioritas dan gantian. Setaon presiden bisa ada 15-20 kunjungan keluar negri. Dengan pembagian itu, sebenernya ga sering juga wartawan istana bisa ikutan pergi keluar negri. Pilihan negaranya juga nggak selalu enak. Sekali waktu, cuma ke Brunei aja gitu. Kurang seru ya. Sementara yang lain mungkin bisa ke Amerika atau keliling 5 negara Asia, Jepang Korea dsb.
Sekitar bulan September akhir, presiden dijadwalkan akan pergi kunjungan kerja ke London. Gue sih udah ga ngarep pergi deh. Selain ga bisa VJ, gue kira bakalan senior2 yang diutus, Tanpa dinyana, gue yang lagi duduk di news room denger pemred gue manggil korlip dan ngomong "Kur, si Melisa bisa pake kamera nggak? Disuruh belajar ya. Ntar dia yang disuruh pergi." Well gue ga tau tadinya itu apaaan. Akhirnya Korlip yang bersangkutan manggil gue, "Mel, belajar pake kamera ya. Ntar akhir Oktober presiden mau ke London, kamu disuruh pergi." Ya ampun! Saat itu bukan kekhawatiran soal ini itu lagi yang gue pikirin, gue cuma ngerasa beruntung banget. Dari sekian banyak negara yang bisa jatoh ke tangan gue??? London!!! Gue bener2 ga nyangka. In fact gue suka banget juga sama London (well, tepatnya sekarang jadi cinta dulu sih cuma seneng aja karna yaa London gitu loh). Jadilah gue seneng2 hehe..
Persiapan untuk pergi ke London pun gue lakukan. Gue tau sih mungkin di belakang ada juga omongan sirik. But who cares? I'm going to London! hehee.. Persiapan awal yang gue lakukan adalah belajar pake kamera. Well, ternyata ga gitu susah sih. cuma butuh latihan aja. Karna bawanya PD 170, kamera kecil jadi bisa di auto2. Lagian smua pesen, "udah kloning aja gambar mah minta aja. Kamu kerjaanya buat naskah aja." tapi gue tetep belajar. Selain itu gue juga belajar streaming gambar karna itu juga penting. Kita mesti laporan terus ke Jakarta kan. Jangan sampe pergi jauh2 tapi ga buat berita apa2. Well streaming ini pun ternyata cukup mudah. Dikasih kisi2 nya semua. Tapi entah kenapa hati masih ga tenang. Kaya takut ada yang ketinggalan, dan gue juga mikir gimana ribet bawa barangnya sih. Selain itu gue juga ngurus visa dan paspor bitu yang semuanya dibantu urus sama biro pers media. Paling sisanya minjem coat mama, beli baju2 anget. Karna London saat itu udah mau masuk ke musim dingin. Diperkirakan dinginnya sekitar 7-11 derajat Celcius..
Ga terasa akhirnya tiba juga hari keberangkatan. yaitu tanggal 30 oktober 2012. Gue kumpul di bandara halim perdana kusuma sekitar jam 4 atau 5 pagi. Jam 7 kita udah take off. Bawaan gue? Lumayan rempong, kamera, laptop, satu koper gede, dan tas tenteng yang bengkak karna banyak bawaan. Gue ga bawa tripod karna berat2in aja dan ga bisa pakenya haha.. bawa batere yang berat2 juga dan sekotak kaset isi 10. Selain ke London gue juga bakalan ke Laos. Yup yang deket Thailand itu. Setelah nunggu cukup lama, akhirnya kita naik juga ke pesawat. Gue duduk di tempat yang asoy yaitu di belakang dinding WC dan jalan jadinya depannya lega. sebelah gue juga kosong satu. Kita naik pesawat Garuda Indonesia yang dicarter khusus buat presiden. Selaen ada tv nya masing2. Kita bisa pilih lagu, nonton film box offices, dan makanan pun super enak. Kita satu pesawat sama presiden tapi dia di depan sama mentri2, sedangkan wartawan di belakang sama paspampres dan staff khusus. Perjalanan ke London ditempuh sekitar 16 jam. Tapi kita transit dulu di Dubai buat ngisi bahan bakar. Perjalanan ke Dubai sekitar 9 jam. Diisi dengan sarapan yang enak kalo ga salah omellete gitu deh. Gue isi juga dengan tidur dan nonton film. Gue lupa nontonnya apa tapi filmnya waktu itu ada Dark Knigt Rises, Step Up 3, Inception, Ice Age, sama Painted Skin. Kalo ga salah gue nonton Painted Skin.
Siang2 gitu kita sampe di Dubai. Kita duduk di lounge buat makan siang. Gue sih makan kue2 aja. Trus jalan2 di airport Dubai hehe.. I have some pics here.
Saking asik poto2 ga berasa udah saat nya kerja. Anyway karna potonya pake iphone, biar tangan beku tetep mesti buka sarung tangan karna kalo ga dia ga peka sama touch nya. Akhirnya beku2 kita poto2nya hehehe... Setelah poto, langsung ke Konpers bapak, gue colok kabel aja hehehe.. ga bawa tripod soalnya. Abis konpers kita balik ke hotel buat kirim berita lagi. Gue bikin berita presiden alami jetlag hehe.. sempet on cam juga. Kirim gambar ga sampe 10 menit udah sampe ngebut banget internetnyaa..abis kirim gambat kita ada waktu bebas lagi sambil nunggu perjalanan ke 10 Downing Street, kantornya PM David Cameron. Kita pun foto2 lagi, hehehe...
Di Dubai itu nggak begitu lama cuma sekitar 1 jam. Setelah itu kita naik pesawat lagi ke London. Di jalan ke London gue nonton lagi. Kayanya sih Ninja Assasin seinget gue. Karna perbedaan waktu. Di London lebih lama dari di Jakarta. Mestinya sih uda dini hari di Jakarta, tapi di London kita sampe itu baru sekitar jam 7 atau 8 malem. Turun di airport Heathrow dinginnyaaa lumayan menusuk. DI pesawat gue da pake coat sama sarung tangan. Turunnya juga ribet karna gue bawa laptop kamera, kantong plastik dll. Waktu turun itupun mesti ngambil gambar presiden turun pesawat. Sesaat gue lupa caranya. hahha... mana uda gelap kamera kecil. Akhrinya ga dapet gambar banyak. Gue udah rencana minta aja ama anak tipi laen deh hehe.. Sampe di London kita ke hotel tempat presiden nginep naik bus. Bakal ada pengarahan dari orang kedubes Indo di London dan pihak Kemenlu sana. Katanya Bapak juga mau kasih keterangan pers dulu. Di jalan, gue juga sempet poto2.. Yang gue liat pertama Harrods! hehe..
Sampe di Hotelnya presiden yaitu Grovernor's House, kita dibawa ke Kedubes Indo, karna mau ngirim berita dulu dan Bapak ternyata ga jadi ngomong. Koneksi internet London sih cepet banget jadi ngirim gambar juga cepet. Sejak day one gue minta gambar sama Mas Wahyu Lilik dari Trans TV. He's becoming my best mate when I was at London. Mukanya mirip Duta Sheila on 7 en memang orang Jogja hehe.. Baikkkk banget orangnya! Makasih ya mas Lilik! Sementara gue en mas Lilik uda kelar kirim gambar en naskah, temen2 tipi lain yang terdiri dari om2 agak2 gaptek kayanya gambar ga kekirim2 hehe.. Sepanjang pembagian kamar, mereka masih kutak katik terus hehe.. Sementara ada satu anak tipi lain yang heboh banget mau beli sim card (baru diketahui kemudian ternyata dia baru jadian ama pacarnya jadi pengen banget segera aktifin BB) gue sendiri ga beli kartu di sana karna dimana2 banyak wifi jadi bisa ngaktifin I phone aja, Akhirnya dibagi kamar dan tugasnya, gue dapet sekamar sama wartawati Republika Esthi Maharani alias Estong. Setelah briefing kita ke hotel yang... cuma di sebelah kedubes aja gitu hehe... Sampe hotel gue mandi en langsung bobo. Ga pake kena jetlag segala hehehe.. Padahal mestinya itu udah subuh.
Paginya kita bangun agak pagi karna bapak mau kasih keterangan pers di hotelnya. Gue sama Esthi buru2 sarapan bangun pagi en jalan2 di sekitar hotel. Ada taman di sebrang hotel, kita pun poto.
Bukan cuma poto2 di taman, gue juga nyempetin foto di icon2 kota London seperti telpon umum merah, dan tentu aja, James Bond 007 hehe
Saking asik poto2 ga berasa udah saat nya kerja. Anyway karna potonya pake iphone, biar tangan beku tetep mesti buka sarung tangan karna kalo ga dia ga peka sama touch nya. Akhirnya beku2 kita poto2nya hehehe... Setelah poto, langsung ke Konpers bapak, gue colok kabel aja hehehe.. ga bawa tripod soalnya. Abis konpers kita balik ke hotel buat kirim berita lagi. Gue bikin berita presiden alami jetlag hehe.. sempet on cam juga. Kirim gambar ga sampe 10 menit udah sampe ngebut banget internetnyaa..abis kirim gambat kita ada waktu bebas lagi sambil nunggu perjalanan ke 10 Downing Street, kantornya PM David Cameron. Kita pun foto2 lagi, hehehe...
Kedubes Indo di London
Polisi London di Hotel Presiden
Burung2 di taman sebrang Hotel
Bis Double Decker
Siangan kita ke 10 Downing Street di Westminster. Buat yang pernah nonton Skyfall filmnya James Bond, ada beberapa adegan yang diambil di daerah ini. Jadi ini kompleks kementriannya Inggris, ga semua orang boleh masuk, Pas di 10 Downing Street kita juga poto2 en ngambil gambar dari luar aja hehe..
Nggak berapa lama kita pulang, karna udah sore. Gue pun pergi jalan2 cari oleh2 sama mas Lilik. Lumayan, dapet beberapa magnet kulkas sama gantungan kunci, eh apa ini besok nya belanja gantungan kunci uda lupa juga hahha... yang jelas, besoknya harus bangun pagi karna kita akan ke Buckingham Palace!
Besoknya kita bangun pagi2 karna pengen on cam dulu di jalanan yang ada bendera merah putih sepanjang jalan. Tapi nggak keburu, dannnn gue pun ditaro di depan gerbang persis sendirian cuma buat ngambil kereta kuda lewat. Gue kira bakalan bisa masuk ke Buckingham dong, ternyata gue cuma berdiri di luarnya aja. Mau poto juga jelek karna kedeketan, mau on cam juga susah hikss.. nunggu lamaaa sekitar 1 jam baru kereta bapak lewat. Bapak satu kereta sama Ratu Elizabeth II. Gue sempet liat Ratu lewat naik mobil en kereta kuda. Sekitar 10 meter dari gue deh. Tapi yaa... lagi ambil gambat pake kamera jadi ga bisa foto hehe.. abis itu balik hotel kirim gambar lagi.. gue sama mas lilik selese paling dulu as always. Akhirnya kita jalan2 beli gantungan kunci. yeah I guess ini yang bner hehe.. Jadi karna kita banyak, ada beberapa agenda yang ga semuanya ikut. Gue jadi ga inget, karna agendanya padet tapi kadang pertemuan tertutup gitu. Kasih speech di lemhanasnya, makan malem di rumah gubernurnya. Gue banyak ga diajak nya :p
Besoknya hari yang agak santai gue manfaatkan untuk liputan features. Paginya gue buat liputan soal oleh2 murah di Oxford Street tempat gue belanja oleh2. Terus siangnya pas balik lagi ke Westminster Street gue buat on cam sedikit di jalanan westminster. Ternyata sore itu Pak SBY dapet Jersey Arsenal. Tapi karna TV ga boleh masuk buat liputan, gue minta fotonya dari fotografer istana dan tetep buat beritanya. Bisa tayang juga kan? Sometimes kita mesti kreatif hehe...
Malemnya kita ke Buckingham lagi liputan jamuan makan malam di sana. Tapi kita cuma disuruh duduk di satu ruang di dalem Buckingham, nontpn dari layar gede gitu. Ga boleh ambil gambar juga, ntar dikasi sama pihak Buckingham. Dududuu.. jadi ya cuma nonton doang sambil makan sandwich hehehe.. Di dalem Buckingham juga ga boleh foto2 sama sekali! Jadi ya maap ga ada potonya hehe..malemnya kita pun pulang lagi. Dimana besoknya gue ga ada tugas sama sekali baru ada malemnya, jadi siangnya bisa jalan2! Horee..
Pagi2 besoknya gue sama esthi bangun uda rencana mau jalan2. Kita sempet bingung naek apaan yaa??? Akhirnya kita nanya2 orang dan belajar naek tube alias kereta bawah tanahnya London. Harganya single trip sekitar 2 pound brarti sekitar 30 ribu per orang. yep, London memang mahaaalll.. Tujuan sih cuma satu, foto di Big Ben! Akhirnya kita pun turun di westminster station dan jalan ampe big ben. Waaa akhirnya kesampean juga foto. Sempet on cam juga di sana. Esthi gue jadiin kameramen dadakan haha.. Abis itu kita jalan2 ke taman di sebrang big ben. Ada foto2 tokoh2 dunia. Kita jalan terusss sampe ke Buckingham, dan ke hotel. Puas banget sih. Tapi sayangnya pas mau balik baru sadar dompetnya Esthi hilang! Miris juga, karna kita baru foto di bawah tulisan di Big Ben, hati2 sama pick pocket :(
Malemnya kita kembali belanja. Tapi kali ini ke toko yang sangat murah. Duh I forgot the brand. Tapi dia kaya Factory Outlet gitu. Murah banget kalo inget kita lagi di London. tas, baju cuma 5 pound. Sekitar 100-200 ribu tapi kualitasnya bagus. Gue pun beli oleh2 untuk orang2 rumah.. Padahal malem itu gue pengen banget ke Madam Tussauds London tapi apa boleh dikata udah keburu tutup hiks... Akhirnya kita pun ngopi ke coffee shop deket hotel.. Tempatnya kuno2 gitu seperti layaknya seluruh kota London.
Besoknya, kita pun pulang dari London pagi2 untuk menuju ke Laos. Mengingat ini blog uda kelewat panjang perjalanan ke Laos kita lanjutin di post berikutnya yaa... Anyway perjalanan gue ke London ini bisa dibilang sangat enak, santai dan berkesan. Karna berdasarkan pengalaman temen2 lainnya biasanya kunjungan presiden itu padet banget ga sempet ngapa2in. Tapi kunjungan kali ini bner2 super santai banyak waktu luang dan bisa main. Yang gue seselin sih gue ga browsing lebih banyak sebelom berangkat supaya bisa colongan main. Karna sejujurnya gue ga expect kalo bisa jalan2 sebanyak itu di sana. Tapi gue tetep bersyukur sih udah pernah ke sana. Sekarang London jadi salah satu kota yang punya nilai tersendiri di hati gue. Tiap gue nonton film yang settingnya di London gue seneng sendiri. Dalem hati gue bilang "I was there." Dan lebih kebayang. Rasanya tuh kaya pas liat Rangga turun dari metro mini di jalanan Gading di film AADC. Kayanya tuh, "Ya ampun.. gue sering lewatin jalan itu juga." hehehehee... well gue bener2 berharap bisa kembali lagi ke London suatu saat. Maybe for another vacation, bussines trip, or maybe studying? we'll see.. hehe.. Ke London aku kan kembali! Thx a lot for reading guys!
Uncertain
Haloo pembaca yang budiman (somehow kata budiman terlintas aja gitu di benak gue hehe), apa kabarnya? Hmm.. cukup lama sekali kayanya since the last time gue nulis macem2 yang bener2 uneg2 ga jelas.. Sekarang tiba-tiba aja keinginan buat menumpahkan uneg2 keluar lagi.. Kenapa begitu? I don't know. Mungkin ga ada orang yang tepat diajak curhat, atau mungkin rasanya ga tepat lagi curhat di sosmed karna sekarang sering mikir takut di judge orang dari status kita. Dan... kayanya juga ga tepat aja buat curhat di sosmed kurang baik kesannya... Dan.. yang bakal gue tumpahkan ga sepenuhnya curhat. Tapi pengennya supaya ketika udah ketulis nanti bentuknya adalah sharing yang terinspirasi dari kisah pribadi. Tapi.. ga sepenuhnya plek2an..
Intro yang cukup panjang? Well ya memang begitulah karakterisktik gue hehe... Mari kita mulai! Judul ini udah mendem lama jadi drafts dan tadinya mau gue lanjutin aja tapi kayanya udah terlalu basi akhirnya gue tulis dari awal. Judul yang gue ambil adalah Uncertain alias tidak pasti. Apa yang tidak pasti? Well I have to say, semuanya. Semua hal di dunia ini ga ada yang pasti. Jodoh, rejeki, kesehatan, mood. Paling kalo ada yang pasti tuh kematian. Serem ya. Tapi ya itulah kenyataannya.
Kenapa gue nulis hal ini? Karna bisa gue bilang setengah tahun terakhir ini terjadi pergolakan batin yang amat sangat dalam hidup. Intinya sih gue merasa ada ketidakpuasan yang membuncah dalam dada. Mulai dari soal pekerjaan sampai ke soal jodoh. Lalala yeyeye.. Ujung2nya begini deh. Tapi gue ga mau ngomong banyak soal pengalaman pribadi gue. Well tapi intinya pernah nggak sih merasa kalo mood kita akan sesuatu selalu aja berubah. Atau lebih tepatnya keinginan kita. Dan semuanya itu biasanya berkembang. Ada juga sih yang down grade, tapi biasanya makin tua kita akan lebih berkembang. Dulu kayanya punya cita-cita jadi polisi, jadi presiden, jadi dokter. Sekarang kayanya jarang kan cita-citanya sejelas itu. Biasanya udah lebih bergeser, ada yang pengen jadi kaya, pengen jadi istri konglomerat, atau pengen punya karir yang hebat.
I've told you before kalo gue pengen punya hidup yang bahagia. Bukan kaya raya, suami sukses. Tapi mau hidup seneng. Punya suami yang baik, keluarga yang akrab. Kerjaan yang ga mengharuskan gue jauh dari keluarga, bisa punya waktu masak buat keluarga, punya waktu santai2 di rumah. Setengah tahun yang lalu gue merasa gue udah mendekati itu semua. But then tiba2 sekarang gue merasa jauh lagi dari hal itu. Semua itu uncertain. Tapi kadang ketidakpastiannya bukan datang dari hal eksternal, tapi dari diri sendiri.
Jeng jeng... Barusan gue menyadarinya. Ketidakpastian itu bukan berarti kerjaan kita tiba2 ga enak ato hal2 luar jadi ga pasti. Tapi... kita sendiri yang berkembang. Hal2 yang terjadi di luar, gimana kita berinteraksi sama orang, gimana kita ngejalanin karir, gimana kita belajar dari pengalaman bikin kita berubah. Perubahan itulah yang bikin hal jadi ga pasti. Karna kita selalu berkembang.
Notes to myself, tadinya gue merasa gue kok merasa ga puas terus? Gue merasa hidup ini kurang indah buat gue. Tapi kemudian gue menyadari. Ini sebenernya sebuah berkah, dimana Tuhan dorong gue untuk terus maju. Bayangin deh kalo gue puassss terus sama apa yang gue punya. Berarti gue akan stuck di keadaan itu tanpa berkembang terus. Tapi justru semakin hari kita diajak untuk keluar terus dari comfort zone kita dengan terus ga puas dan mencari kepuasan lainnya. Dengan ga puas, kita akan terus berjalan, berlari, menuntut perubahan yang pada akhirnya akan buat gue semakin maju,
Mungkin ga akan selamanya ga puas ama kerjaan, apalagi soal jodoh masa ga puas terus? Pada saatnya gue yakin gue percaya Tuhan akan tunjukin saat yang tepat bagi gue untuk berhenti. Bukan berhenti untuk maju, tapi menyesuaikan diri untuk mempercantik keadaan tanpa beralih ke yang lain. Kadang gue merasa tua, merasa udah cukup dan pengen berhenti. Tapi Hey! I'm still really young haha.. Baru 1/4 abad. Masih banyak waktu gue untuk mencari, memutuskan yang terbaik, Saat ini, I have to declare I still want to grow and reach much bigger dream.
Intro yang cukup panjang? Well ya memang begitulah karakterisktik gue hehe... Mari kita mulai! Judul ini udah mendem lama jadi drafts dan tadinya mau gue lanjutin aja tapi kayanya udah terlalu basi akhirnya gue tulis dari awal. Judul yang gue ambil adalah Uncertain alias tidak pasti. Apa yang tidak pasti? Well I have to say, semuanya. Semua hal di dunia ini ga ada yang pasti. Jodoh, rejeki, kesehatan, mood. Paling kalo ada yang pasti tuh kematian. Serem ya. Tapi ya itulah kenyataannya.
Kenapa gue nulis hal ini? Karna bisa gue bilang setengah tahun terakhir ini terjadi pergolakan batin yang amat sangat dalam hidup. Intinya sih gue merasa ada ketidakpuasan yang membuncah dalam dada. Mulai dari soal pekerjaan sampai ke soal jodoh. Lalala yeyeye.. Ujung2nya begini deh. Tapi gue ga mau ngomong banyak soal pengalaman pribadi gue. Well tapi intinya pernah nggak sih merasa kalo mood kita akan sesuatu selalu aja berubah. Atau lebih tepatnya keinginan kita. Dan semuanya itu biasanya berkembang. Ada juga sih yang down grade, tapi biasanya makin tua kita akan lebih berkembang. Dulu kayanya punya cita-cita jadi polisi, jadi presiden, jadi dokter. Sekarang kayanya jarang kan cita-citanya sejelas itu. Biasanya udah lebih bergeser, ada yang pengen jadi kaya, pengen jadi istri konglomerat, atau pengen punya karir yang hebat.
I've told you before kalo gue pengen punya hidup yang bahagia. Bukan kaya raya, suami sukses. Tapi mau hidup seneng. Punya suami yang baik, keluarga yang akrab. Kerjaan yang ga mengharuskan gue jauh dari keluarga, bisa punya waktu masak buat keluarga, punya waktu santai2 di rumah. Setengah tahun yang lalu gue merasa gue udah mendekati itu semua. But then tiba2 sekarang gue merasa jauh lagi dari hal itu. Semua itu uncertain. Tapi kadang ketidakpastiannya bukan datang dari hal eksternal, tapi dari diri sendiri.
Jeng jeng... Barusan gue menyadarinya. Ketidakpastian itu bukan berarti kerjaan kita tiba2 ga enak ato hal2 luar jadi ga pasti. Tapi... kita sendiri yang berkembang. Hal2 yang terjadi di luar, gimana kita berinteraksi sama orang, gimana kita ngejalanin karir, gimana kita belajar dari pengalaman bikin kita berubah. Perubahan itulah yang bikin hal jadi ga pasti. Karna kita selalu berkembang.
Notes to myself, tadinya gue merasa gue kok merasa ga puas terus? Gue merasa hidup ini kurang indah buat gue. Tapi kemudian gue menyadari. Ini sebenernya sebuah berkah, dimana Tuhan dorong gue untuk terus maju. Bayangin deh kalo gue puassss terus sama apa yang gue punya. Berarti gue akan stuck di keadaan itu tanpa berkembang terus. Tapi justru semakin hari kita diajak untuk keluar terus dari comfort zone kita dengan terus ga puas dan mencari kepuasan lainnya. Dengan ga puas, kita akan terus berjalan, berlari, menuntut perubahan yang pada akhirnya akan buat gue semakin maju,
Mungkin ga akan selamanya ga puas ama kerjaan, apalagi soal jodoh masa ga puas terus? Pada saatnya gue yakin gue percaya Tuhan akan tunjukin saat yang tepat bagi gue untuk berhenti. Bukan berhenti untuk maju, tapi menyesuaikan diri untuk mempercantik keadaan tanpa beralih ke yang lain. Kadang gue merasa tua, merasa udah cukup dan pengen berhenti. Tapi Hey! I'm still really young haha.. Baru 1/4 abad. Masih banyak waktu gue untuk mencari, memutuskan yang terbaik, Saat ini, I have to declare I still want to grow and reach much bigger dream.
Sunday, April 29, 2012
No Regrets
Akhirnya nge blog lagi setelah sekian lamaaa... (setiap awalan selalu ngomong begini hohoho)
well... sekilas info aja, malam ini gue lagi jobless bingung mau ngapain dan entah kenapa satu-satunya ide itu ngeblog.. lain sama orang yang kalo ngeblog itu harus diawali dengan niat, dan bikin story line dulu (iya ga sih?? well some people mungkin begitu.. jadi yang well organized gitu lohh) kalo gue seringan sih ya kepengenan aja dan tiba2 byuaarrrr... keluarlah semua uneg2 di tempat ini.. Silly sih buat orang yang baca2 blog gue.. isinya ga ada yang edukatif gimana ya.. isinya cuma denger curhatan gue aja haha..
Kemaren ini gue mencoba agak2 sedikit lebih intelek *tuntutan pekerjaan* hoho.. tapi malem ini mood nya lagi pengen seadanya aja.. yaa.. namanya juga ngisi waktu hehe.. anyway gue bukan tipe puitis yang bisa bikin puisi *eh apaan sih tiba2 nyambungnya ke sini?? hehe.. sebenernya karna tadi sembari ngetik2 kalimat sebelom ini gue inget senior gue yang blog nya penuh puisi dan tampak sangat intelek gitu.. hehe.. Gue kagum dan sayang banget sama diaaa Mbak Dwi Anggia jika kau membacanyaaa.. hehe... soalnya selain orangnya baik banget, cool, pintar, asik, ramah, yang paling penting orangnya tuh ga sombong dan ga sok tua.. malahan sering banget berbuat odong *haha* dan suka bagi2 ilmu *Oh da jie.. you're my idol hehehe... welll.... dia juga punya blog dan pas gue intip isinya penuh puisi gitu, sedangkan gue penuh curhat galau hahaa... tapi.. yaaa beginilah adanya saya :p
Back to topic yaaa... hmm.. sebenernya keisengan gue ngeblog ga bener2 tanpa main idea sih... gue pengen cerita aja tentang tema besar yaitu no regrets alias tanpa penyesalan. Menyesal atas apaan nihhh?? Yaa.. ga menyesal akan apapun.. Hmm.. gimana memulainya yaa.. Mungkin begini... jadi kita kan sering banget ya ragu2 sama apa yang mesti kita lakuin, mesti pilih yang mana, dan biasanya tuh timbang2nya "hmm... takut nyesel aja..." gue sih sering banget gitu.. gue takut nyesel banget orangnya.. makanya gue suka kelamaan mikir...
But thennn... belakangan ini gue lumayan tabrak aja berbagai hal.. satu yang paling nyata sih soal Mr. Tembok yaa... hmm... kisahnya sih sekarang kita beneran deket *I can't help!!! Padahal yaa.. belom tau ke depannya gimana... Juga atas beberapa hal seperti pekerjaan, pertemanan, dan hal2 lainnya...
beberapa tahun kemudian...
jeng jeng... akhirnya baru ketulis lagi lanjutannya.. karena tiba-tiba pengen lagi nulis dan ternyata masih punya draft bo.. gile hahaha.. ibarat penulis gue tuh pasti punya segudang intro tapi ga dilanjutin karna bosen ditengah jalan.. ups.. kayanya sesuai nih sama apa yang lagi pengen gue curhatin hohoho...
intinya adalah saya bosenan.. hmm... kenapa begitu.. mungkin sih gue liat ada sedikit keturunan dari keluarga ya.. mungkin untuk lebih mudahnya memberikan gambaran.. gini deh.. keluarga gue itu.. which is my dad, mom and big sister, adalah orang yang paling takut ngambil resiko.. makanya kehidupannya lurus2 aja... well mungkin di mata orang yang haus akan petualangan, malesin banget dan kurang berwarna hidupnya.. bisa dilihat dari bonyok gue adalah salah satu cina yang ga punya toko (bukan bermaksud rasis, tapi yaa... karna emang mereka takut mengambil resiko dagang menurut gue). begitu pula dengan cici gue, sekarang ini dia tinggal di makassar ikut suami, udah punya anak 1 dan ngurus anak aja.. dan sebelom nikah kerjaannya itu guru les piano dan mandarin (hmm.. gue agak iri sedikit sih dengan hidup dia yang santai). tapi ya intinya mereka itu kurang suka ngambil peluang yang lain dari yang lain.. kalo gue lagi ngeluh pun, jarang banget dikasi semangat.. seringnya katanya yang muncul adalah "Ya udah, berhenti aja." Gue seringkali di ajak untuk mundur aja daripada terus nyakitin hati... Padahall.. hidup itu kayanya kan ga kaya gitu ya.. high risk high return... Karena yang gue rasain sekarang ya itu, gue ngerasa pencapaian besar yang ada dalam hidup gue, gue dapatkan karna gue mau ambil resiko dan berbuat di luar kebiasaan. Ikutan abnon, masuk ke dunia broadcasting.. Yang.. jarang diambil orang2 dalam lingkar 1 dan 2 gue.. jaranglah ada temen2 deket ato keluarga gue yang mengambil rute yang gue jalani sekarang...
But then.. kini gue lagi di tengah persimpangan jalan nih.. sekarang sedang merasakan beratnya jalan yang gue tempuh.. dan jujur aja gue tergoda banget untuk mengikuti filosofi keluarga gue.. yang santai dan pasti2 aja deh.. jangan nyusah2in diri sendiri.. gue pengen banget udahan aja, karna hati ini tak kuat rasanya.. *caelah dehhh.... well gue lagi cape banget menghadapi serangan bertubi2.. tapi gue inget temen baik gue pernah bilang, "Mel, Tuhan itu bekerja dengan caraNya yang ajaib. Kalo kita minta sesuatu, Dia nggak memberikan kita dengan gampang dan instan. Lo minta sesuatu ke Dia, justru lo akan dicobai, dikasih hal kebalikan yang lo minta. Tapi dari hal itu lo belajar dan ditempa, dan pada akhirnya lo akan mendapatkan hal yang lo minta itu. Tapi bukan sekonyong2 layaknya hujan emas. Tapi lo dapatkan melalui perjuangan lo sendiri, tapi melalui kuasa dan kehendak Dia." *ga sepersis ini ngomongnya sih, tapi intinya begitu hehehe...
Maksud diantara maksud adalah.. Sekarang gue lagi mencoba untuk bertahan.. Karena di balik setiap hujan, akan ada pelangi.. Tapi ya itu, tetep aja hujannya ga boleh ga dirasain, mesti juga ngerasa basah, becek, banjir, masuk angin karna ujan itu.. Tapi dengan ngerasain ujannya, ketika kita ngeliat pelangi rasanya 2 kali lipet lebih indah. Mungkin itu juga yang namanya berjuang ya.. Di salah satu film nya Tom Hanks pernah bilang.. Jika cinta itu mudah, maka semua orang bisa mendapatkannya. Justru karna sulitlah, yang membuatkan semakin berarti... *lagi2 kira2 begitu deh... hehehe... tapi ya itu benar.. Gue harus bersabar, untuk mendapat kebahagiaan yang lebih besar..
Tapi sayangnya nih, melewati hal tersebut gue seriiinggg banget jatuh dalam pencobaan terbesar. Yakni NGAMBEK.. Duh ini tuh penyakit abiss, penyakit kelas dewa yang susah banget buat disembuhin. Gue tau ini bener2 jelek tapi entah kenapa ya saya tuh suka banget orang lain tau saya kesel ketika saya kesel. Merajuk gt lohh.. Mungkin karna biasa dibaek2in orang kali ya.. Ngerasanya kalo kita marah pasti orang bakal baik2in kita, ga mungkin marah balik. Padahal yang bisa begitu cuma keluarga sendiri aja.. Mau dimengerti orang kaya gitu di semua tempat selamanya? Mimpi aja.. Semua orang punya masalah masing2.. Dan yang paling penting adalah kontrol diri.. Dengan menahan diri, bersabar, ga meledak2.. niscaya keberhasilan akan datang padamu.. AMIN!
PS: saya belajar ini dari si yayang Mr. Tembok yang sangat dewasa dan sabar. I LOVE U!
well... sekilas info aja, malam ini gue lagi jobless bingung mau ngapain dan entah kenapa satu-satunya ide itu ngeblog.. lain sama orang yang kalo ngeblog itu harus diawali dengan niat, dan bikin story line dulu (iya ga sih?? well some people mungkin begitu.. jadi yang well organized gitu lohh) kalo gue seringan sih ya kepengenan aja dan tiba2 byuaarrrr... keluarlah semua uneg2 di tempat ini.. Silly sih buat orang yang baca2 blog gue.. isinya ga ada yang edukatif gimana ya.. isinya cuma denger curhatan gue aja haha..
Kemaren ini gue mencoba agak2 sedikit lebih intelek *tuntutan pekerjaan* hoho.. tapi malem ini mood nya lagi pengen seadanya aja.. yaa.. namanya juga ngisi waktu hehe.. anyway gue bukan tipe puitis yang bisa bikin puisi *eh apaan sih tiba2 nyambungnya ke sini?? hehe.. sebenernya karna tadi sembari ngetik2 kalimat sebelom ini gue inget senior gue yang blog nya penuh puisi dan tampak sangat intelek gitu.. hehe.. Gue kagum dan sayang banget sama diaaa Mbak Dwi Anggia jika kau membacanyaaa.. hehe... soalnya selain orangnya baik banget, cool, pintar, asik, ramah, yang paling penting orangnya tuh ga sombong dan ga sok tua.. malahan sering banget berbuat odong *haha* dan suka bagi2 ilmu *Oh da jie.. you're my idol hehehe... welll.... dia juga punya blog dan pas gue intip isinya penuh puisi gitu, sedangkan gue penuh curhat galau hahaa... tapi.. yaaa beginilah adanya saya :p
Back to topic yaaa... hmm.. sebenernya keisengan gue ngeblog ga bener2 tanpa main idea sih... gue pengen cerita aja tentang tema besar yaitu no regrets alias tanpa penyesalan. Menyesal atas apaan nihhh?? Yaa.. ga menyesal akan apapun.. Hmm.. gimana memulainya yaa.. Mungkin begini... jadi kita kan sering banget ya ragu2 sama apa yang mesti kita lakuin, mesti pilih yang mana, dan biasanya tuh timbang2nya "hmm... takut nyesel aja..." gue sih sering banget gitu.. gue takut nyesel banget orangnya.. makanya gue suka kelamaan mikir...
But thennn... belakangan ini gue lumayan tabrak aja berbagai hal.. satu yang paling nyata sih soal Mr. Tembok yaa... hmm... kisahnya sih sekarang kita beneran deket *I can't help!!! Padahal yaa.. belom tau ke depannya gimana... Juga atas beberapa hal seperti pekerjaan, pertemanan, dan hal2 lainnya...
beberapa tahun kemudian...
jeng jeng... akhirnya baru ketulis lagi lanjutannya.. karena tiba-tiba pengen lagi nulis dan ternyata masih punya draft bo.. gile hahaha.. ibarat penulis gue tuh pasti punya segudang intro tapi ga dilanjutin karna bosen ditengah jalan.. ups.. kayanya sesuai nih sama apa yang lagi pengen gue curhatin hohoho...
intinya adalah saya bosenan.. hmm... kenapa begitu.. mungkin sih gue liat ada sedikit keturunan dari keluarga ya.. mungkin untuk lebih mudahnya memberikan gambaran.. gini deh.. keluarga gue itu.. which is my dad, mom and big sister, adalah orang yang paling takut ngambil resiko.. makanya kehidupannya lurus2 aja... well mungkin di mata orang yang haus akan petualangan, malesin banget dan kurang berwarna hidupnya.. bisa dilihat dari bonyok gue adalah salah satu cina yang ga punya toko (bukan bermaksud rasis, tapi yaa... karna emang mereka takut mengambil resiko dagang menurut gue). begitu pula dengan cici gue, sekarang ini dia tinggal di makassar ikut suami, udah punya anak 1 dan ngurus anak aja.. dan sebelom nikah kerjaannya itu guru les piano dan mandarin (hmm.. gue agak iri sedikit sih dengan hidup dia yang santai). tapi ya intinya mereka itu kurang suka ngambil peluang yang lain dari yang lain.. kalo gue lagi ngeluh pun, jarang banget dikasi semangat.. seringnya katanya yang muncul adalah "Ya udah, berhenti aja." Gue seringkali di ajak untuk mundur aja daripada terus nyakitin hati... Padahall.. hidup itu kayanya kan ga kaya gitu ya.. high risk high return... Karena yang gue rasain sekarang ya itu, gue ngerasa pencapaian besar yang ada dalam hidup gue, gue dapatkan karna gue mau ambil resiko dan berbuat di luar kebiasaan. Ikutan abnon, masuk ke dunia broadcasting.. Yang.. jarang diambil orang2 dalam lingkar 1 dan 2 gue.. jaranglah ada temen2 deket ato keluarga gue yang mengambil rute yang gue jalani sekarang...
But then.. kini gue lagi di tengah persimpangan jalan nih.. sekarang sedang merasakan beratnya jalan yang gue tempuh.. dan jujur aja gue tergoda banget untuk mengikuti filosofi keluarga gue.. yang santai dan pasti2 aja deh.. jangan nyusah2in diri sendiri.. gue pengen banget udahan aja, karna hati ini tak kuat rasanya.. *caelah dehhh.... well gue lagi cape banget menghadapi serangan bertubi2.. tapi gue inget temen baik gue pernah bilang, "Mel, Tuhan itu bekerja dengan caraNya yang ajaib. Kalo kita minta sesuatu, Dia nggak memberikan kita dengan gampang dan instan. Lo minta sesuatu ke Dia, justru lo akan dicobai, dikasih hal kebalikan yang lo minta. Tapi dari hal itu lo belajar dan ditempa, dan pada akhirnya lo akan mendapatkan hal yang lo minta itu. Tapi bukan sekonyong2 layaknya hujan emas. Tapi lo dapatkan melalui perjuangan lo sendiri, tapi melalui kuasa dan kehendak Dia." *ga sepersis ini ngomongnya sih, tapi intinya begitu hehehe...
Maksud diantara maksud adalah.. Sekarang gue lagi mencoba untuk bertahan.. Karena di balik setiap hujan, akan ada pelangi.. Tapi ya itu, tetep aja hujannya ga boleh ga dirasain, mesti juga ngerasa basah, becek, banjir, masuk angin karna ujan itu.. Tapi dengan ngerasain ujannya, ketika kita ngeliat pelangi rasanya 2 kali lipet lebih indah. Mungkin itu juga yang namanya berjuang ya.. Di salah satu film nya Tom Hanks pernah bilang.. Jika cinta itu mudah, maka semua orang bisa mendapatkannya. Justru karna sulitlah, yang membuatkan semakin berarti... *lagi2 kira2 begitu deh... hehehe... tapi ya itu benar.. Gue harus bersabar, untuk mendapat kebahagiaan yang lebih besar..
Tapi sayangnya nih, melewati hal tersebut gue seriiinggg banget jatuh dalam pencobaan terbesar. Yakni NGAMBEK.. Duh ini tuh penyakit abiss, penyakit kelas dewa yang susah banget buat disembuhin. Gue tau ini bener2 jelek tapi entah kenapa ya saya tuh suka banget orang lain tau saya kesel ketika saya kesel. Merajuk gt lohh.. Mungkin karna biasa dibaek2in orang kali ya.. Ngerasanya kalo kita marah pasti orang bakal baik2in kita, ga mungkin marah balik. Padahal yang bisa begitu cuma keluarga sendiri aja.. Mau dimengerti orang kaya gitu di semua tempat selamanya? Mimpi aja.. Semua orang punya masalah masing2.. Dan yang paling penting adalah kontrol diri.. Dengan menahan diri, bersabar, ga meledak2.. niscaya keberhasilan akan datang padamu.. AMIN!
PS: saya belajar ini dari si yayang Mr. Tembok yang sangat dewasa dan sabar. I LOVE U!
Thursday, June 16, 2011
You Are The Only Exception
I used to tweet this, tapi kayanya banyak yang harus kucurahkan.. so mari kita menulis blog..
Udah setengah mati berusaha untuk tidak menulis blog secara terlalu personal dan menggalau ria.. tapi tadi siang gue habiskan menonton Glee dan di salah satu episode dimana Rachel menulis lagu ketika dia lagi super galau dan di dalamnya baru bisa ada emotion.. that's why maybe beberapa yang baca bilang bisa larut banget baca blog gue, karena ya emang bukannya mengumbar kisah orang lain tapi pengalaman pribadi... makanya penuh dengan haru biru drama en serasa baca novel gitu deh... hehehehe...
Sooo... what am I going to write adalah tentang exception... sebenernya ini lebih tepat gue sampaikan ke orangnya langsung.. tapi karna satu dan lain hal lebih baik di blog dulu dan akan sampai pada orangnya di saat yang tepat... hehe.. soo..gue baru aja mendengar secara lebih detail lagunya Paramore-The only exception... hmm.. yang artinya satu-satunya pengecualian :)
Emang sih ga sepenuhnya lagu itu menggambarkan perasaan yang tepat ke orang ini, tapi kata-kata You are the only exception is best describing him for me... karna dia bener-bener pengecualian buat gue dalam banyak hal.. dan dia bisa ngajarin gue untuk jatuh cinta lagi juga.. which is very sweet actually...
As you know sekarang gue lagi dekat dengan Mr.Tembok karna begitu banyak perbedaan dan tembok yang menghalangi kita.. That was the first reason why the perfect song for him adalah the only exception.. Sebelomnya, gue ga pernah jatuh cinta sama orang yang beda dan begitu dihalangi tembok tinggi seperti ini.. dia pengecualian gue satu-satunya.. dimana gue bisa melupakan sejenak masalah gue dan simply can't help for falling in love with him yang berbeda sama gue...
Sebelomnya bukannya gue ga kenal amazing person from this different pole, tapi gue selalu menutup pintu rapat-rapat dan ga berani untuk terjun lebih dalam.. cuma sama dia seorang gue bisa melangkah lebih jauh dan sekarang udah kecebur sebates pinggang *waaa mama!* dan sekarang pilihan ada di tangan gue, mau tetep lanjut berenang, ato keluar dari kolam sebelom basahin kepala dan akhirnya jadi tanggung karena sekalian aja... selain itu takut juga udah merasakan nyamannya berenang di kolam tersebut dan jadi lupa kalo mungkin pas gue masih kering gue bisa tampil cantik dan berenang di kolam lain... karna kan susah bo buat jalan ke kolam lain ketika lo udah basah.. selain bisa diliatin orang karna aneh dan dicap ga baik, juga kolam barunya mungkin ada peraturan ga terima orang yang udah setengah basah *kok konotasinya jadi agak buruk ya hahaha* well, you know what I mean lah..
selain daripada ituu... ada exception lainnya... sama dia gue ga bisa meluapkan ke dramaan gue dan gue bisa cukup menahan diri.. entah gimana walo dengan terkeok-keok dan ngegalau di twitter sebagai pelampiasan.. sama dia gue bisa aja tuh selamat dari pertengkaran dan bete dan marah dan ngambek selama berjam-jam penuh tangis yang sering gue lakukan...dahulu.. hehe...
tapi sih benernya masih belom lega juga sihhh... ada hal2 yang masih gue pertanyakan ke dia.. kaya sebenernya apa yang mesti gue lakukan sekarang *mendasar banget* dan sebenernya dia gimana sama gue, apa masa depan kita ke depannya dan yang lainnya.. tapi yaa.. gue yakin kita berdua bisa sejauh ini karna Tuhan juga.. sekarang lagi ada ujian pertama... kalo bisa lewatin ini maybe we were meant to be together... tapi kalo emang harus berakhir ya Tuhan juga yang punya rencana.. terima dan jalani saja..
You are my only exception Mr. Tembok :)
Udah setengah mati berusaha untuk tidak menulis blog secara terlalu personal dan menggalau ria.. tapi tadi siang gue habiskan menonton Glee dan di salah satu episode dimana Rachel menulis lagu ketika dia lagi super galau dan di dalamnya baru bisa ada emotion.. that's why maybe beberapa yang baca bilang bisa larut banget baca blog gue, karena ya emang bukannya mengumbar kisah orang lain tapi pengalaman pribadi... makanya penuh dengan haru biru drama en serasa baca novel gitu deh... hehehehe...
Sooo... what am I going to write adalah tentang exception... sebenernya ini lebih tepat gue sampaikan ke orangnya langsung.. tapi karna satu dan lain hal lebih baik di blog dulu dan akan sampai pada orangnya di saat yang tepat... hehe.. soo..gue baru aja mendengar secara lebih detail lagunya Paramore-The only exception... hmm.. yang artinya satu-satunya pengecualian :)
Emang sih ga sepenuhnya lagu itu menggambarkan perasaan yang tepat ke orang ini, tapi kata-kata You are the only exception is best describing him for me... karna dia bener-bener pengecualian buat gue dalam banyak hal.. dan dia bisa ngajarin gue untuk jatuh cinta lagi juga.. which is very sweet actually...
As you know sekarang gue lagi dekat dengan Mr.Tembok karna begitu banyak perbedaan dan tembok yang menghalangi kita.. That was the first reason why the perfect song for him adalah the only exception.. Sebelomnya, gue ga pernah jatuh cinta sama orang yang beda dan begitu dihalangi tembok tinggi seperti ini.. dia pengecualian gue satu-satunya.. dimana gue bisa melupakan sejenak masalah gue dan simply can't help for falling in love with him yang berbeda sama gue...
Sebelomnya bukannya gue ga kenal amazing person from this different pole, tapi gue selalu menutup pintu rapat-rapat dan ga berani untuk terjun lebih dalam.. cuma sama dia seorang gue bisa melangkah lebih jauh dan sekarang udah kecebur sebates pinggang *waaa mama!* dan sekarang pilihan ada di tangan gue, mau tetep lanjut berenang, ato keluar dari kolam sebelom basahin kepala dan akhirnya jadi tanggung karena sekalian aja... selain itu takut juga udah merasakan nyamannya berenang di kolam tersebut dan jadi lupa kalo mungkin pas gue masih kering gue bisa tampil cantik dan berenang di kolam lain... karna kan susah bo buat jalan ke kolam lain ketika lo udah basah.. selain bisa diliatin orang karna aneh dan dicap ga baik, juga kolam barunya mungkin ada peraturan ga terima orang yang udah setengah basah *kok konotasinya jadi agak buruk ya hahaha* well, you know what I mean lah..
selain daripada ituu... ada exception lainnya... sama dia gue ga bisa meluapkan ke dramaan gue dan gue bisa cukup menahan diri.. entah gimana walo dengan terkeok-keok dan ngegalau di twitter sebagai pelampiasan.. sama dia gue bisa aja tuh selamat dari pertengkaran dan bete dan marah dan ngambek selama berjam-jam penuh tangis yang sering gue lakukan...dahulu.. hehe...
tapi sih benernya masih belom lega juga sihhh... ada hal2 yang masih gue pertanyakan ke dia.. kaya sebenernya apa yang mesti gue lakukan sekarang *mendasar banget* dan sebenernya dia gimana sama gue, apa masa depan kita ke depannya dan yang lainnya.. tapi yaa.. gue yakin kita berdua bisa sejauh ini karna Tuhan juga.. sekarang lagi ada ujian pertama... kalo bisa lewatin ini maybe we were meant to be together... tapi kalo emang harus berakhir ya Tuhan juga yang punya rencana.. terima dan jalani saja..
You are my only exception Mr. Tembok :)
Thursday, June 2, 2011
Airmata kekesalan
Airmataku = kekesalanku
Baru aja gue nangis, tapi seperti biasanya.. bukan air mata kesedihan dan kekecewaan *air mata jenis ini jaraaanggg banget gue keluarin* melainkan air mata kekesalan dan keempetan...
Nggak perlu dibahas kenapa saya kesel yaa.. intinya adalah yang mau dibahas bukan masalah kenapa gue kesel, tapi kenapa gue selalu nangis di saat gue kesel.. Ini bukan sesuatu yang istimewa banget sih.. banyak juga orang yang kaya gue.. yang nangis bukan karena sedih tapi karena gundah gulana dan ga tau mesti gimana..
Biasanya ga sembarang kesel sih bikin gue nangis, tapi kesel yang bener-bener kesel.. dann.. biasanya keselnya bukan kesel sama seseorang.. karna kesel sama seseorang biasanya masih bisa dilimpahin ke orang itu dengan cara kasih tau, ngomel, ngomong baik-baik, ngomong lewat temennya, ato apalah yang paling simple tapi sulit dilakukan tapi sebaiknya dilakukan adalah melupakan kekesalan ke orang tersebut...
Tapi... kesel yang mengundang gue untuk menangis adalah kesel kepada keadaan.. Biasanya keadaannya bener-bener sulit dan bikin kita ngerasa terjepit dan bingung mesti gimana.. Dan yang paling bikin kesel adalah, di situasi yang menyebalkan itu ga ada orang yang bisa disalahin karena emang bukan salah siapa-siapa.. hanya aja situasinya yang salah yang bikin semuanya jadi ga enak dan jadi menyebalkan...
Situasi barusan yang bikin airmata gue tumpah lebih menyebalkan lagi.. kejadiannya adalah selain situasinya menyebalkan, satu-satunya orang yang masih mungkin buat disalah-salahin adalah orang yang kita sayang.. akhirnya mau nyalahin juga ga enak, ga nyalahin juga kitanya bete sendiri.. akhirnya gue curhat sama dia en akhirnya tanpa nyalahin dia gue malah nangis kesel di depan dia.. well efeknya sih gue rasa malah lebih bikin dia menderita gue rasa.. karna daripada gue omelin mungkin dia ngerasa lebih berdosa lagi karna gue nangis gara-gara dia.. hmm.. dipikir2 salah juga nih gue..
Tapi yaa.. setelah tadi ngeluarin uneg2 dan menangis skarang perasaan sedikit lebih lega.. karena biar gimana emosi yang ditahan2 selama ini keluar juga akhirnya.. I don't suggest this much guys, tapi sometimes releaving your feelings is good for yourself.. karena itu pun salah satu bentuk komunikasi.. daripada dipendem terus.. mungkin sulit buat ga nangis, tapi justru dengan menangis itu semua beban ikut kecuci pergi sama air mata kita..
Air mataku= (pencuci) kekesalanku
Baru aja gue nangis, tapi seperti biasanya.. bukan air mata kesedihan dan kekecewaan *air mata jenis ini jaraaanggg banget gue keluarin* melainkan air mata kekesalan dan keempetan...
Nggak perlu dibahas kenapa saya kesel yaa.. intinya adalah yang mau dibahas bukan masalah kenapa gue kesel, tapi kenapa gue selalu nangis di saat gue kesel.. Ini bukan sesuatu yang istimewa banget sih.. banyak juga orang yang kaya gue.. yang nangis bukan karena sedih tapi karena gundah gulana dan ga tau mesti gimana..
Biasanya ga sembarang kesel sih bikin gue nangis, tapi kesel yang bener-bener kesel.. dann.. biasanya keselnya bukan kesel sama seseorang.. karna kesel sama seseorang biasanya masih bisa dilimpahin ke orang itu dengan cara kasih tau, ngomel, ngomong baik-baik, ngomong lewat temennya, ato apalah yang paling simple tapi sulit dilakukan tapi sebaiknya dilakukan adalah melupakan kekesalan ke orang tersebut...
Tapi... kesel yang mengundang gue untuk menangis adalah kesel kepada keadaan.. Biasanya keadaannya bener-bener sulit dan bikin kita ngerasa terjepit dan bingung mesti gimana.. Dan yang paling bikin kesel adalah, di situasi yang menyebalkan itu ga ada orang yang bisa disalahin karena emang bukan salah siapa-siapa.. hanya aja situasinya yang salah yang bikin semuanya jadi ga enak dan jadi menyebalkan...
Situasi barusan yang bikin airmata gue tumpah lebih menyebalkan lagi.. kejadiannya adalah selain situasinya menyebalkan, satu-satunya orang yang masih mungkin buat disalah-salahin adalah orang yang kita sayang.. akhirnya mau nyalahin juga ga enak, ga nyalahin juga kitanya bete sendiri.. akhirnya gue curhat sama dia en akhirnya tanpa nyalahin dia gue malah nangis kesel di depan dia.. well efeknya sih gue rasa malah lebih bikin dia menderita gue rasa.. karna daripada gue omelin mungkin dia ngerasa lebih berdosa lagi karna gue nangis gara-gara dia.. hmm.. dipikir2 salah juga nih gue..
Tapi yaa.. setelah tadi ngeluarin uneg2 dan menangis skarang perasaan sedikit lebih lega.. karena biar gimana emosi yang ditahan2 selama ini keluar juga akhirnya.. I don't suggest this much guys, tapi sometimes releaving your feelings is good for yourself.. karena itu pun salah satu bentuk komunikasi.. daripada dipendem terus.. mungkin sulit buat ga nangis, tapi justru dengan menangis itu semua beban ikut kecuci pergi sama air mata kita..
Air mataku= (pencuci) kekesalanku
Subscribe to:
Posts (Atom)